Pembagian partisi saat instalasi linux

Written By pcbolong on Thursday, November 17, 2011 | 7:16 AM

Pengguna linux pasti akan memperhatikan sekali mengenai hal ini. Management partisi, baik itu untuk linux desktop apalagi linux server. Karena jika pembagian partisi hardisk yang akan digunakan sebagai tempat instalasi linux sesuai, maka akan menghasilkan performa sistem yang sempurna, apalagi untuk linux yang digunakan sebagai server, seperti web server.

Sebelum memahami pembagian partisi, harus mengerti dulu mengenai fungsi-fungsi dari tiap file yang ada di linux. Penjelasannya bisa dilihat pada postingan saya yang lalu, di sini.

Secara teori, sebuah linux, apapun itu distronya, harus memiliki beberapa partisi sebagai berikut :

- /boot = partisi boot digunakan untuk menyimpan file boot loader dan semua images dari kernel. Besar partisi untuk boot biasanya mempunyai nilai minimum 100MB.
- /usr = partisi ini harus diberi ukuran yang cukup besar, karena akan menyimpan semua file binari dari linux yang diinstall.
- /home = partisi ini untuk menyimpan data-data dari host. beri ukuran untuk partisi sesuai kebutuhan. Bila linux yang diinstall nantinya akan digunakan oleh 10 user misalnya, jika setiap user diberi alokasi kapasitas penyimpanan sebesar 100MB, maka beri saja partisi home ini sebesar 100x10=1000MB atau 1 giga.
- /chroot = partisi ini digunakan untuk menyimpan komponen dari chroot. Partisi ini biasanya dibuat pada linux yang akan digunakan sebagai DNS server.
- /cache = ini adalah partisi untuk menyimpan cache dari proxy server, misalnya squid. Jika linux tidak digunakan sebagai proxy server, bisa diabaikan.
- var = partisi ini untuk menyimpan log file system. menyimpan semua perubahan yang terjadi pada sistem saat sistem berjalan normal.
- swap = swap adalah virtual memory dari sistem operasi linux. Biasanya pengguna linux memberi ukuran 2 kali jumlah memory RAM untuk partisi ini.
- /tmp = partisi ini digunakan untuk menyimpan file temporary.
- /root = ini adalah partisi untuk menyimpan instalasi file dari linux.

Itulah daftar beberapa partisi yang harus dibuat saat instalasi. Pembuatan partisi-partisi tersebut juga tidak diharuskan, dengan kata lain bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. Misalnya, jika linux hanya digunakan untuk desktop, tidak perlu dibuatkan partisi cache dan chroot. Saya biasanya untuk linux desktop, hanya akan membuat dua partisi, yaitu root dan swap, karena tidak membutuhkan performa yang terlalu tinggi.

Salam Linux!

2 comments:

Anonymous said...

Great! thanks for the share!

wanBule said...

Thanks Infonya gan..
bermanfaat buat ane yang pemula menggunakan Linux