10 Kiat menjadi technopreneur untuk mahasiswa lugu

Written By pcbolong on Friday, June 24, 2011 | 8:29 PM

10 Kiat Menjadi Technopreneur untuk Mahasiswa Lugu menurut Romi Satrio Wahono Inti dari paparan tersebut adalah sebagai berikut:

Identifikasi diri dan Lingkungan
Pelajari latar belakang teman satu angkatan. Bapak dan ibunya kerja sebagai apa misalnya. Apakah ada yang menjadi dokter, mengelola klinik, rumah sakit atau apotik? Atau mungkin ada yang punya toko buku atau pengelola perpustakaan? Oh mungkin ada yang bekerja di bengkel? Pelajari semua dan cari informasi sebanyak mungkin? Untuk apa? Simak kiat kedua.

Pilih Tema Produk
Ok sekarang pilih, cari teman yang bisa diajak kompromi, yang cukup dekat atau bahkan sahabat, dan punya semangat sama untuk terjun bebas memulai berbisnis. Anggap kita pilih yang kebetulan bapaknya punya atau mengelola apotik.

Pilih dan Pilah Produk
Cari referensi di toko buku, adakah buku tentang belajar bahasa pemrograman yang menggunakan contoh membangun aplikasi atau sistem informasi manajemen (SIM) untuk apotik? Cari buku sampai yang terselip di rak-rak toko buku. Kadang ada buku yang meskipun desain covernya kurang baik, tapi studi kasusnya lengkap, bahkan source code-nya dibagi. Tidak ketemu? Ok cari yang open source saja, coba cek dari sf.net. Lakukan terus Googling.

ATM (Amati Tiru Modifikasi)
Jika sudah dapat, sekarang mulai oprek SIM untuk apotik tadi. Mulai pelajari kodenya, modifikasi dan tambahkan fungsi-fungsi yang diperlukan. Masih sederhana dulu tidak masalah. Buka semua file image, baik gif, jpg, dan png. Lakukan editing atau buat image baru yang unik dan khas. Intinya percantik desainnya, ini enteng kan, apalagi anda jagoan manipulasi image dan foto. Jangan lupa cek lisensinya supaya tidak melanggar, dan juga beri credit ke pengembang asal kalau itu opensource. Tidak perlu risih untuk memasukkan satu kalimat “Powered by …. ” atau “Engine by …” pada SIM Apotik yang kita oprek tadi.

Tawarkan dan Gratiskan Aplikasinya
Sekarang kita sudah punya produk berupa software yang siap ditawarkan, meskipun sederhana dan engine-nya ambil dari contoh di buku atau opensource. Sebarkan ke teman yang kita pilih tadi, minta dia “merayu” bapaknya supaya mau pakai software SIM itu di apotik milik beliau. TIdak perlu bayar, gratis, tinggal nyediakan PC atau laptopnya saja, itupun nggak perlu canggih-canggih. Komputer tua saja toh SIM kita juga belum banyak fiturnya.

Dapatkan Portfolio dan Promosi
Pastikan berhasil diimplementasikan! Berdua dengan sahabat kita tadi, bantu pegawai apotik untuk entri data yaitu data daftar obat yang disediakan oleh apotik. Jangan lupa buat spanduk kecil dan brosur diatas komputer tadi, beri tulisan:”Apotik ini Dikelola dengan Sistem Informasi Manajemen Apotik (SIMAPO) ver 1.0”

Lakukan Blog Marketing
Jangan puas sampai disitu, buat situs untuk promosi, kalau nggak ada modal pakai saja blog gratisan dengan WordPress.Com atau Blogspot.Com. Ngeblog deh, ceritakan bagaimana SIMAPO itu dikembangkan. Tulis juga pengantar tentang sistem informasi manajemen, tentang obat-obatan, tentang apotik, tentang kenapa apotik harus memanfaatkan IT. Kalau perlu manjakan pengunjung dengan daftar apotik seluruh Indonesia, data dari mana? Ya cari dari YellowPage atau Googling, jangan lupa beri tulisan yang agak gede: “SIMAPO ver 1.0 Telah diimplementasikan di Salah Satu Apotik di Kota Besar di Indonesia“.

Kejar Terus Portfolio
Masih belum boleh puas Rayu teman lain yang punya tetangga, kakek, nenek, bapak, ibu, paman atau saudaranya baik jauh maupun dekat yang mengelola apotik. Minta supaya mau install, gratis, tapi kalau mau bayar juga nggak nolak, Rp 500.000 deh, kalau ditawar Rp 50.000 ya nggak masalah. Anggap saja ada ongkos naik angkot untuk install SIM-nya. Jangan lupa update spanduk dan brosur, “Apotik Ini Dikelola dengan SIMAPO ver 1.0, Sistem Informasi Manajemen untuk Apotik yang telah Diimplementasikan di Beberapa Kota Besar di Indonesia“.

Benahi Software dan Tambahkan Fitur
Alhamdulillah sudah dapat dua customer. Meskipun masih gratisan, tapi lumayan untuk nambahi Portfolio :). Mulai oprek-oprek lagi aplikasi Apotik kita, tambahkan fitur berdasarkan feedback dari Apotik yang sudah menggunakan. Benahi lagi user interface, percantik lagi, buat yang lebih segar dan unik, beri versi baru 1.1. Mulai tawarkan lagi, hanya jangan lagi gratis, Rp 300.000 atau Rp 700.000, tapi kalau teman sendiri yang minta asal ada ongkos jalan juga OK Mudah-mudahan bisa terus berkembang.

Matangkan Produk dan Inovasi
Kalau sudah matang dengan satu produk, terus perbaiki produk itu sampai lengkap fiturnya. Dan kalau tertarik untuk mengembangkan produk lain, mulai lagi dari tahap pertama, cari teman lagi yang bapaknya punya bengkel, pengelola perpustakaan, punya toko buku, dsb. Siapa tahu bisa bikinkan aplikasi untuk bengkel, perpustakaan atau toko buku.

1 comments:

Anonymous said...

Obama a former executive was ready to take a queue from fashion Bug.
The streets have always been integral parts of Indian culture.
Red can also appear confrontational think of matadors so avoid red when carrying
out negotiations, as it often does in Western advertising.
For the first time all season, neither Seimone Augustus
nor Moore finished in double digits.

My web-site :: Ao so mi nam